Kamis, 12 November 2015

bunga tak percaya kumbang akan datang
bunga pun tak ingin layu karena menunggu
bunga layaknya bunga

bila kumbang datang dan berjanji kembali
anggap saja bunga melihat, mendengar bahkan menunggu
biar kumbang tampak gagah
membiarkan bunga menunggu sepanjang hari

angkuh kumbang terbang datang kembali
menyerap sari, menghabiskannya dan membiarkanku mati


Surat tergambar dari rindu dan berwarna syahdu.
kubuka amplop yang terbuat dari tanya dan percaya sebagai lemnya.
Kotak pos di lapisi warna sayang dengan kunci cinta.

Jumat, 06 November 2015

Hujan pertama

Aroma hujan memecah kamar dan deru air yang terdengar dari luar membawa ingatan kepada bulan kering.
Aku memang membenci bulan kering yang sekarang tidak hanya lagi sekedar kering.

Gadis kecil diatas langit sedang menangis sore ini. Dia tidak bersedih. Aku tak bertanya. Tapi kuharap seperti itu.

Bahagianya memecah kantong air mata dan menetesi pipi dengan cepat meluncur ke pinggir bibir.
Dia tak perduli bulan kering yg semakin kerontang. Atau hujan semakin membanjir. Dia seiklas ibu yang melepas anak perempuannya untuk merantau. Atau sekuat ayah yang keringatnya di peras untuk sesuap bahagia keluarganya.

Selasa, 20 Oktober 2015

01:34, malang.
Berada di jam menjancukkan semua orang, semua benda dan semua rasa.

Senin, 19 Oktober 2015

Letih berdalih
Memilih dan beralih
Pedih, sedih atau kasih

Sabtu, 19 September 2015

Aku cemas.
Mungkin aku tak benar cinta.
Atau kau tak benar aku kenal.

Rabu, 16 September 2015

Cintamu Tak seindah lalu
Malu dan telah layu
Hilang, terayu oleh napsu
Kau berlalu
Aku menjemu
membisu dan tak lagi merindu


Jumat, 11 September 2015

Merindukanmu cukup membuatku terjaga. Dan bila letih telah menidurkanku. Pilihan pertamaku sebelum melakukan apel pagi adalah memastikan harapan terkabul lalu membaca pesan rindumu.
Baiklah, cuma aku yang merindukanmu.
Aku mengerti.

rinduku melebur bersama angin.
Angin juga akan menyampaikannya padamu. Aku percaya itu.
Bila kau dapat merasakannya, kau harus cepat kembali bersamaku.

Rabu, 09 September 2015

Beberapa jam, hari, bulan atau tahun akan kupaksa masuk kata dari buku ke buku dan kusumpal otakku dengan kalimat lalu kejejali pikirian penulis agar tak sunyi dan timbul sepi dan memiliki yang tak lagi kumiliki. 

Kau memang begitu menyebalkan.

Selasa, 08 September 2015

Angin dan aku lalu kau. (Part 2)

Pagi ini aku berada di suatu tempat yang berbeda. Bersama angin.
Kau tak bersamaku. Aku juga masih mencintaimu walaupun kau tak tau.
Kita akan bertemu lagi aku harap. Ya itupun jika Tuhan jg menghendakinya.

Kau tau? Pagi ini juga aku siap benar untuk meninggalkan rumah lama serta dinding-curhatanku tentangmu.
Sampai bertemu, ya itu kalau kau mau.

Senin, 07 September 2015

Angin dan aku lalu kau.

Angin sedikit kencang beberapa saat.
Kau tetap berada diketinggian dan aku berayun kesegala arah.
Kau menggenggamku erat tanpa kau tau aku ingin mengikuti angin.
Angin sepertinya jauh lebih membuatku senang dan bebas. Kau mengikatku tanpa kau tau aku mendapatkan luka karena ikatanmu. Mungkin kau juga terluka karena aku terlalu membangkang dirimu, genggamanmu, ikatanmu, dan rasamu.
Kami berdebat. Aku menangis. Kau tetap pada omelanmu. Aku diam dan kau tetap pada hembusan nafas yang tak enak didengar. Begitulah sampai...............aku punya cerita baru untuk melanjutkan ceritaku ini.

Sabtu, 05 September 2015

Aku tak mau berurai air mata di bulan kering ini lagi. Begitu banyak cerita-pedih dan berurai air mata yang telah kubaca dari beberapa  buku mengenai bulan kering-September. September begitu panas sekarang aku pun mengelaminya tak tahu apakah aku telah terdoktrin dari buku-buku itu.
Apa karena ini bulan september dan aku harus menangis lalu membasahi diriku agar ini menjadi lebih baik? Apa aku boleh mengering seperti bulan september?
Aku menyakitimu mungkin. Tetapi aku tak tau benar karena kesalahanku atau ini mungkin kebetulan saja Tuhan sedang membuka matamu. September dan dirimu begitu sama sekarang.
Apa kita harus kembali di bulan juni satu bulan sebelum kita bertemu agar memulai kembali pada bulan july?? Basah karena hujan seperti "hujan di bulan juni" banggaan Sapardi.

Aku masih mencintaimu di bulan kering ini-September.

Rabu, 02 September 2015

Kau tampak tak merinduku sedikitpun sejak tiupan angin mengalun beberapa malam.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Untuk kakanda.

Malamku sirna
Pagiku pun hina
Sepanjang hari terasa tak bermuka
Mungkin hingga akhir dunia
Maafkan aku yg telah berdusta, kakanda.

Jumat, 28 Agustus 2015

Yang kutahu mencintai seseorang itu mudah dan murah.
Tetapi tidak murahan seperti baju akhir tahun yg di bandrol dengan harga yg miring.

Walaupun semurah itu, tapi mencintai membutuhkan perasaan yang berlimpah.
Dan kau masih bilang cinta itu sangat mudah?
Bunuh saja aku!
Karena mencintai sungguh begitu rumit untuk sekarang ini.

Selasa, 25 Agustus 2015

Kesalku
Marahku
Rinduku
Sayangku
Menyatu padu
Padamu

Sabtu, 22 Agustus 2015

Aku mengikuti arah angin.
Sampai aku siap untuk menentukan kemana aku akan pergi.

Kamis, 20 Agustus 2015

Aku sedang memelukmu
dari jauh
Aku pasti akan melakukannya.
Walaupun dari kejauhan.

Ketika ku buka mataku
Ternyata kau tepat dibelakangku.
Ikut memelukku,
Dari kejauhan.

Rabu, 19 Agustus 2015

Aku berada di sebuah stasiun kota dan baru saja remaja memakai kacamata-rambut lurus hitam melewatiku yang terburu-buru masuk kereta dengan tujuan jakarta.

Lagipula sepasang-kulit-putih bukan pribumi ini duduk di-ketiga-depanku dan langsung dapat kupandangi mereka menciumi leher pasangannya tersebut. 

Mulai iri berlagak risih kualihkan pandanganku menuju orang-orang yg sedang berdiri menunggu kedatangan kereta di jalur 5.

Yak, masih sama. Malam ini banyak sekali bule-bule dengan keril besar sedang bercumbu mesra.

Jangan salah sangka. Aku tak bermaksud membahas tentang percumbuannya. Tapi ya dicumbu mencumbu tetap masuk di dalamnya.

Oke, ini sumpah serapahku. Seakan menguatkan diri. Perjalananku nanti akan juga seasik itu.

Minggu, 16 Agustus 2015

Iyaaa tak mengapa.
Ini sekedar garam,
Kalo beruntung ini akan terasa gurih
Jeleknya ya keasinan

Dibuang atau tetap dimakan

Rabu, 12 Agustus 2015

Aku adalah wanita yg berkawan tembok. Tembok kini bagai kanvas dan kertas yang diperawani untuk mengabadikan "kelucuan" kita.

Minggu, 09 Agustus 2015

Dirimu adalah api yang merubahku-kayu menjadi arang lalu rapuh.
Seminggu kemudian, dirimu juga air yang merubahku menjadi padam ketika terbakar.

Bagai sesal dan semangat.
Aku tidak tahu cara mengakhiri apa yang telah aku mulai hampir sebulan yang lalu.
Aku masih mencintaimu, di hari ke 28.

Jumat, 07 Agustus 2015

Aku mencintaimu, aku tekankan kepadamu sekali lagi.
Dan aku memaksamu untuk tetap bersamaku selamanya. Titik.

Rabu, 05 Agustus 2015

Senja ini rinduku menumpuk. "Senandung rindu" yang diputar berkali-kali juga tak mengurangi apapun.


Ya begitu, mawarmu telah melayu.

Selasa, 04 Agustus 2015

Sore ini aku masih mencintaimu. Hehe

Senin, 03 Agustus 2015

Rasa yang ditiupkan Tuhan kepada hawa dan adam. Dan menjadi seniman adalah keahlian baru.

Sang adam bagai Ludwig van Beethoven yang dengan indahnya mengkompos lagu. Tak kalah juga dengan hawa bak djenar mahesa ayu atau dewi lestari yang jarinya menari diatas kertas dan kanvas lainnya.


Aku mencintaimu di dunia ini. Semoga saja kita juga dipertemukan di syurga, dam. Hehe

Sabtu, 01 Agustus 2015

Halo lagi,
Baru ku tutup 5 menit bahkan tak sampai. Tanganku gatal, otakku merangkai kata, hatiku tak tenang. Akan kutuliskan secara sesingkat-singkatnya. Begini isinya:


Aku sedang mengeluh. Dan memaki. Mungkin darah ditubuhku berjalan menuju otak. Dan kemungkinan 80% akan terkena penyakit darah tinggi.
Bak ranting dipatahkan angin.
Sepanjang pengalaman mendengar-menyaksikan-mengalami ya walaupun aku tak mahir "bercinta" aku yakin kau telah melanggar hakku untuk merasa bebas. Bebas mencintaimu dan bebas mencintai diriku sendiri.

Aku bukan cuma harus memikirkanmu tapi juga memikirkan diri sendiri sebagai orang yang mencintaimu dan membanggakanmu.


23:03 malam minggu pertama bulan agustus 2015

Jumat, 31 Juli 2015

Ya begitulah masalah cinta. Sarwono pun bisa menjadi cengeng untuk mendeskripsikan perasaannya terhadap pingkan.

Kamis, 30 Juli 2015

Aku mulai dengan;

berfikir hal-apa-yang-dapat-membuatku untuk tidak mencintaimu.

Dosa ke 165 tentang cinta

Aku bukan tak mau. Aku mencintaimu seperti dosa yang tak dihapuskan. Aku pendosa yang tak ingin berpindah, percayalah.
Aku mencintaimu bagai penyesalan yang tak akan merubah apapun.
Aku tetap mencintaimu............sampai senja tadi.
Dosaku dan penyesalanku sudah memburak ketika ku satukan semuanya.

Perintah dan larangan bagiku:
Wajibku melupakanmu dan melepaskanmu.
Sunahku mendoakanmu.
Mubahku mengingat namamu.
Haramku merindukanmu dan bersamamu.

Ketikamu melihatku di suatu tempat, aku sudah menjalankannya semampuku untuk menghapusmu.


20:34 -bontang-

Percumbuan kami.

Bercinta ditemani iringan payung teduh.

Angin pun mencium kenikmatan malam itu.
Sunyi dan tenang
tetapi penuh dengan nafsu.

Sesekali aku menciuminya dengan mesra.
Dan menimpaliku dengan pelukan hangatnya.

Tak banyak kata yg keluar cuma desahan dan terkadang canda memecah.
Kami ditelan oleh selimut dan cahaya mengintip kami pada celah-celah.
Kami masih bisa bertatap dalam remangan.
Masih terasa bulu-tipisnya pada tiap lembaran telah menyentuh kulit.

Bergairah dan liar.
Kau adalah keindahan malam itu.



Yogyakarta, 30 Juli 2015.

Sabtu, 11 April 2015

penumbalanku ketika mencintaimu

jantungku terasa sakit saat aku tulis perasaanku ini
kekasihku terus menerus menyakiti dirinya
hatiku bergemuruh kacau
melihat kesakitannya di hari-hari pengeksekusian

rongga dadaku menyempit
dan dia mengacuhkanku yang mulai sekarat
 kehancuranku adalah penumbalannya

bisakah kau diam melihatku sejenak?
tak perlu lama
lihatlah cerminan keletihanmu sekarang
menangislah dan berjanjilah
kau baik saja dan akan tetap seperti itu

ketika itu................
hatiku tak lagi bergemuruh kacau,
rongga dadaku tak menyempit dan membuat jantungku terasa sakit

bahkan kau pun bukan kekasihku lagi
karena sebelumnya juga tidak

Minggu, 15 Maret 2015

aku dikurung
dibayangi api, kepalaku sedikit lalu membukit membuih
aku sedang beralaskan jerami waktu itu
mati aku.......ah hampir saja
tapi untunglah
aku berselimut tanah

sekarang
aku menyakiti diriku sendiri.
tapi tak masalah karena masalah yang lain terlalu menggajah

aku berencana membaur dengan api
mungkin saja besok, 60 hari lagi
hmmm atau tepat pada bulan agustus

doakan aku!! tapi tenang saja,
aku berjanji bila aku menjadi api
aku tak kan mendekati seseorang beralas jerami

doakan aku!!

Jumat, 13 Maret 2015

MATAKU TERTUTUP RAYUAN
HATIKU DIIMINGI KASIH SAYANG
PIKIRANKU DISUMPEL PENYESALAN
DAN AKU JATUH UNTUK KESEKIAN