Kamis, 12 November 2015

bunga tak percaya kumbang akan datang
bunga pun tak ingin layu karena menunggu
bunga layaknya bunga

bila kumbang datang dan berjanji kembali
anggap saja bunga melihat, mendengar bahkan menunggu
biar kumbang tampak gagah
membiarkan bunga menunggu sepanjang hari

angkuh kumbang terbang datang kembali
menyerap sari, menghabiskannya dan membiarkanku mati


Surat tergambar dari rindu dan berwarna syahdu.
kubuka amplop yang terbuat dari tanya dan percaya sebagai lemnya.
Kotak pos di lapisi warna sayang dengan kunci cinta.

Jumat, 06 November 2015

Hujan pertama

Aroma hujan memecah kamar dan deru air yang terdengar dari luar membawa ingatan kepada bulan kering.
Aku memang membenci bulan kering yang sekarang tidak hanya lagi sekedar kering.

Gadis kecil diatas langit sedang menangis sore ini. Dia tidak bersedih. Aku tak bertanya. Tapi kuharap seperti itu.

Bahagianya memecah kantong air mata dan menetesi pipi dengan cepat meluncur ke pinggir bibir.
Dia tak perduli bulan kering yg semakin kerontang. Atau hujan semakin membanjir. Dia seiklas ibu yang melepas anak perempuannya untuk merantau. Atau sekuat ayah yang keringatnya di peras untuk sesuap bahagia keluarganya.