Aku memang membenci bulan kering yang sekarang tidak hanya lagi sekedar kering.
Gadis kecil diatas langit sedang menangis sore ini. Dia tidak bersedih. Aku tak bertanya. Tapi kuharap seperti itu.
Bahagianya memecah kantong air mata dan menetesi pipi dengan cepat meluncur ke pinggir bibir.
Dia tak perduli bulan kering yg semakin kerontang. Atau hujan semakin membanjir. Dia seiklas ibu yang melepas anak perempuannya untuk merantau. Atau sekuat ayah yang keringatnya di peras untuk sesuap bahagia keluarganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar