Sabtu, 05 September 2015

Aku tak mau berurai air mata di bulan kering ini lagi. Begitu banyak cerita-pedih dan berurai air mata yang telah kubaca dari beberapa  buku mengenai bulan kering-September. September begitu panas sekarang aku pun mengelaminya tak tahu apakah aku telah terdoktrin dari buku-buku itu.
Apa karena ini bulan september dan aku harus menangis lalu membasahi diriku agar ini menjadi lebih baik? Apa aku boleh mengering seperti bulan september?
Aku menyakitimu mungkin. Tetapi aku tak tau benar karena kesalahanku atau ini mungkin kebetulan saja Tuhan sedang membuka matamu. September dan dirimu begitu sama sekarang.
Apa kita harus kembali di bulan juni satu bulan sebelum kita bertemu agar memulai kembali pada bulan july?? Basah karena hujan seperti "hujan di bulan juni" banggaan Sapardi.

Aku masih mencintaimu di bulan kering ini-September.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar