Tya: "Ketika jatuh dari cinta yang terus dilakukan adalah meresapi kalimat cengeng untuk mencari kebenaran atas rasa sakit dan terus mengumpat untuk membenahi rasa sesal."
Hani: "Cinta. Ketika kita masuk ke dimensi itu, sudah semestinya kita tidak akan memberi tahu seberapa sakitnya kita dibuatnya. Cinta."
Tya: "Cinta bak tuhan yang maha kuat membolak-balikkan rasa. mungkin jujur dan tangis dalam doa yang dapat menguatkan hati manusia. Begitulah kuasa cinta."
Hani: "Bila diamku saja sudah berarti mencintaimu, maka tak perlu kamu meminta aku untuk terus mengucapkannya."
Tya: "Semudah kata dihapus dan terlupa. cinta bukan soal berkata, atau menjelaskan tapi bagaimana cinta menjelma sebagai jiwa. Mati bila ditakdirkan mati."
Hani: "Banyak luka yang aku biarkan sembuh dengan sendirinya. Kamu tak perlu datang lagi jika untuk sekedar bertanya aku perlu obat apa."
Tya: "Kau adalah luka baruku, sekarang. bersarang menahun."
kanvas yang digambar dalam goresan kebohongan, cat penyesalan atau terkadang arsiran cinta.
Minggu, 19 Juni 2016
Sabtu, 18 Juni 2016
Datang saja, singgah juga tak apa.
Tetapi jangan lepas alas kakimu agar kau tau kau tak pantas di sini.
Kau mau aku buatkan kopi susu?
Tenang saja tak kutambahkan apapun.
Gulanya akan aku pisahkan juga, mungkin kau butuh rasa manis yang berlebih.
Sudah kau minum? Bagaimana kopi susu buatanku? Habiskanlah.
Aku ada janji, boleh aku pergi?
Langganan:
Postingan (Atom)