Angin pun mencium kenikmatan malam itu.
Sunyi dan tenang
tetapi penuh dengan nafsu.
Sesekali aku menciuminya dengan mesra.
Dan menimpaliku dengan pelukan hangatnya.
Tak banyak kata yg keluar cuma desahan dan terkadang canda memecah.
Kami ditelan oleh selimut dan cahaya mengintip kami pada celah-celah.
Kami masih bisa bertatap dalam remangan.
Masih terasa bulu-tipisnya pada tiap lembaran telah menyentuh kulit.
Bergairah dan liar.
Kau adalah keindahan malam itu.
Yogyakarta, 30 Juli 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar