Kau tetap berada diketinggian dan aku berayun kesegala arah.
Kau menggenggamku erat tanpa kau tau aku ingin mengikuti angin.
Angin sepertinya jauh lebih membuatku senang dan bebas. Kau mengikatku tanpa kau tau aku mendapatkan luka karena ikatanmu. Mungkin kau juga terluka karena aku terlalu membangkang dirimu, genggamanmu, ikatanmu, dan rasamu.
Kami berdebat. Aku menangis. Kau tetap pada omelanmu. Aku diam dan kau tetap pada hembusan nafas yang tak enak didengar. Begitulah sampai...............aku punya cerita baru untuk melanjutkan ceritaku ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar