Jumat, 31 Juli 2015

Ya begitulah masalah cinta. Sarwono pun bisa menjadi cengeng untuk mendeskripsikan perasaannya terhadap pingkan.

Kamis, 30 Juli 2015

Aku mulai dengan;

berfikir hal-apa-yang-dapat-membuatku untuk tidak mencintaimu.

Dosa ke 165 tentang cinta

Aku bukan tak mau. Aku mencintaimu seperti dosa yang tak dihapuskan. Aku pendosa yang tak ingin berpindah, percayalah.
Aku mencintaimu bagai penyesalan yang tak akan merubah apapun.
Aku tetap mencintaimu............sampai senja tadi.
Dosaku dan penyesalanku sudah memburak ketika ku satukan semuanya.

Perintah dan larangan bagiku:
Wajibku melupakanmu dan melepaskanmu.
Sunahku mendoakanmu.
Mubahku mengingat namamu.
Haramku merindukanmu dan bersamamu.

Ketikamu melihatku di suatu tempat, aku sudah menjalankannya semampuku untuk menghapusmu.


20:34 -bontang-

Percumbuan kami.

Bercinta ditemani iringan payung teduh.

Angin pun mencium kenikmatan malam itu.
Sunyi dan tenang
tetapi penuh dengan nafsu.

Sesekali aku menciuminya dengan mesra.
Dan menimpaliku dengan pelukan hangatnya.

Tak banyak kata yg keluar cuma desahan dan terkadang canda memecah.
Kami ditelan oleh selimut dan cahaya mengintip kami pada celah-celah.
Kami masih bisa bertatap dalam remangan.
Masih terasa bulu-tipisnya pada tiap lembaran telah menyentuh kulit.

Bergairah dan liar.
Kau adalah keindahan malam itu.



Yogyakarta, 30 Juli 2015.