Sabtu, 19 September 2015

Aku cemas.
Mungkin aku tak benar cinta.
Atau kau tak benar aku kenal.

Rabu, 16 September 2015

Cintamu Tak seindah lalu
Malu dan telah layu
Hilang, terayu oleh napsu
Kau berlalu
Aku menjemu
membisu dan tak lagi merindu


Jumat, 11 September 2015

Merindukanmu cukup membuatku terjaga. Dan bila letih telah menidurkanku. Pilihan pertamaku sebelum melakukan apel pagi adalah memastikan harapan terkabul lalu membaca pesan rindumu.
Baiklah, cuma aku yang merindukanmu.
Aku mengerti.

rinduku melebur bersama angin.
Angin juga akan menyampaikannya padamu. Aku percaya itu.
Bila kau dapat merasakannya, kau harus cepat kembali bersamaku.

Rabu, 09 September 2015

Beberapa jam, hari, bulan atau tahun akan kupaksa masuk kata dari buku ke buku dan kusumpal otakku dengan kalimat lalu kejejali pikirian penulis agar tak sunyi dan timbul sepi dan memiliki yang tak lagi kumiliki. 

Kau memang begitu menyebalkan.

Selasa, 08 September 2015

Angin dan aku lalu kau. (Part 2)

Pagi ini aku berada di suatu tempat yang berbeda. Bersama angin.
Kau tak bersamaku. Aku juga masih mencintaimu walaupun kau tak tau.
Kita akan bertemu lagi aku harap. Ya itupun jika Tuhan jg menghendakinya.

Kau tau? Pagi ini juga aku siap benar untuk meninggalkan rumah lama serta dinding-curhatanku tentangmu.
Sampai bertemu, ya itu kalau kau mau.

Senin, 07 September 2015

Angin dan aku lalu kau.

Angin sedikit kencang beberapa saat.
Kau tetap berada diketinggian dan aku berayun kesegala arah.
Kau menggenggamku erat tanpa kau tau aku ingin mengikuti angin.
Angin sepertinya jauh lebih membuatku senang dan bebas. Kau mengikatku tanpa kau tau aku mendapatkan luka karena ikatanmu. Mungkin kau juga terluka karena aku terlalu membangkang dirimu, genggamanmu, ikatanmu, dan rasamu.
Kami berdebat. Aku menangis. Kau tetap pada omelanmu. Aku diam dan kau tetap pada hembusan nafas yang tak enak didengar. Begitulah sampai...............aku punya cerita baru untuk melanjutkan ceritaku ini.

Sabtu, 05 September 2015

Aku tak mau berurai air mata di bulan kering ini lagi. Begitu banyak cerita-pedih dan berurai air mata yang telah kubaca dari beberapa  buku mengenai bulan kering-September. September begitu panas sekarang aku pun mengelaminya tak tahu apakah aku telah terdoktrin dari buku-buku itu.
Apa karena ini bulan september dan aku harus menangis lalu membasahi diriku agar ini menjadi lebih baik? Apa aku boleh mengering seperti bulan september?
Aku menyakitimu mungkin. Tetapi aku tak tau benar karena kesalahanku atau ini mungkin kebetulan saja Tuhan sedang membuka matamu. September dan dirimu begitu sama sekarang.
Apa kita harus kembali di bulan juni satu bulan sebelum kita bertemu agar memulai kembali pada bulan july?? Basah karena hujan seperti "hujan di bulan juni" banggaan Sapardi.

Aku masih mencintaimu di bulan kering ini-September.

Rabu, 02 September 2015

Kau tampak tak merinduku sedikitpun sejak tiupan angin mengalun beberapa malam.