Sebuah titik sudah berada ditempatnya sekarang.
Ku dengar kalimat kalimat mulai merindu.
Penulisnya bernostalgia dengan kalimat disertai sebuah titik.
Titik hanyalah titik tetapi tidak dengan titik yang di awali kalimat.
Titik mengakhiri kalimat dengan syahdu.
kalimat tak kunjung hilang dengan titik.
Kalimat dan titik.
Kita.................tanpa terkecuali.
kanvas yang digambar dalam goresan kebohongan, cat penyesalan atau terkadang arsiran cinta.
Selasa, 20 Mei 2014
Senin, 05 Mei 2014
Matang bagai padi sebrang jalan.
Merunduk dan habis.
Yang tua berlomba menghias diri
Para pemuda asik berpawakan tegap bijak.
Membaur tampak seperti caleg di panggung orasi.
Janji atau omong kosong sama sama enak.
Nasi padang dengan karet satu ditambah kaos partai tipis sudah cukup.
Apalagi di beri rokok.
kesejahteraan adalah perut besar dengan sendawanya.
aroma nasi busuk keluar dari mulut, tak apa yang penting perutku kenyang.
Langganan:
Postingan (Atom)