Selasa, 14 Oktober 2014

Bagaimana pun suka cinta sayang bernafas makan bahkan buang air besar memiliki alasan.
Omong kosong dan terlihat tidak masuk akal seorang pria menyatakan perasaan tanpa sedikit dayuhan lebih keras untuk membawaku kepinggir sungai.
Kau akan membawaku ke hulu atau  ke hilir sayang? Mati tenggelam atau mati kehabisan bahan makanan?
Oh iyaa kita bisa memakan satu sama lain, itu pun kalau kau membiarkan aku sedikit demi sedikit mengigiti kulit kemudian organ tubuhmu.
Aku ingin kau mendayuh terlebih dahulu dan kita akan berjalan bersama.
Kalau kau letih aku akan mencarikan kau air dan mungkin buah segar.
Ingat kau pernah meninggalkanku pada perjalanan kita dahulu?? Itupun tanpa melewati sungai.
Kau payah!
Bagaimana kalau kita batalkan saja perjalanan kedua ini?
Aku rasa aku kau tak sanggup untuk mendayuh, berjalan dan tetap bersamaku.

Rabu, 16 Juli 2014

Yogyakarta 17 Juli 3014, 6:49 AM

Eluhan susah menormalkan pagi.
Dan bagaimana cara dapat menghangatkan sisa semalam?
Kata kasar dan otak kotor adalah sebuah solusi tapi tidak untuk ditiru.
Apalagi untuk anak di bawah umur.
Tapi, bolelah untuk sekedar cicip.
Aku memberimu kopi panas dengan gula yang pas menurutku.
Dan kita belum tidur sepanjang malam, apa kita akan tidak tidur sepanjang hari?
Atau kamu akan memilih selimut berbahan handuk.
Kita akan berada di bawahnya sambil bercerita dan tertidur.

Rabu, 09 Juli 2014

Kami bertemu dalam kabel jaringan pada waktu yang sama,
Kami bertemu dalam dua tempat di ikat obrolan yg juga sama garingnya,
Kami bertemu dalam peluk yang sama di akhir kalimat,
Tapi kami tak bertemu dalam rindu dan harap yang sama.
Aku tak perlu bertemu dan berada satu tempat dengan pelukanmu karena aku hanya menepati janjiku.
Dirimu tak perlu mengerti rindu dan harapku juga, kau hanya harus merasakan pertemuan setiap pagi denganku.

Senin, 16 Juni 2014

Salah satu malam adalah malam terburuk.
Apa yang tak kulakukan membuat tangisku sesenggukan akut.
Bukan karena ceng-ceng-an mereka tapi mengapa aku berada disitu pada kejadian terjadi.
Aku menangis karena menyesali apa yang tak ku perbuat.
Aku menangis karena begitu bodoh berada disana dan merasa bersalah pada apa yang tak ku perbuat.

Sabtu, 14 Juni 2014

telunjuk menggoyangkan kelopak mata dan membasahi jendela kehidupan
kantuk tak dapat di tahan tetapi perasaan tak dapat berhenti
daun talas bagai atap bagi kami yang teduh
tapi hati tetap murung di antara semut-semut yang berkelompok
apa hati memerintah otak untuk menggerakan telunjuk agar membasahi mata dan akhirnya meneteskannya
aku bukan semut yang tak berkelompok
atau aku juga bukan semut yang buruk rupa
aku tetap semut yang tak bersemangat dan tak bergairah
aku akan mencari gula saat ini
untuk cadangan bila aku berniat untuk kerumah tringgiling
dan aku akan hilang bersama kotorannya

Minggu, 08 Juni 2014

Mata hawa tak akan berdusta.
tatap bukan mencari jawaban.
Berjalanlah menuju titik terakhir.
Agar kau menemukan pelabuhan.

Labuhkan bila itu sudah di ambang pelayaran.
Setelah bersandar di tepian, karangkan dan tutup layar sebagai kemudi.

Bertemu dan bercinta pada tatapan
Serupa dengan berendam di air dingin di siang hari.

Yogyakarta, 8 juni 2014
Pantai parangtritis.

Minggu, 01 Juni 2014

rindu menjelma bunga mimpi, apa aku terlalu cair untuk menahan nafsu? rintik berbaur malam yang terdiri dingin, sepi, dan sendiri.

Selasa, 20 Mei 2014

Sebuah titik sudah berada ditempatnya sekarang.
Ku dengar kalimat kalimat mulai merindu.
Penulisnya bernostalgia dengan kalimat disertai sebuah titik.
Titik hanyalah titik tetapi tidak dengan titik yang di awali kalimat.
Titik mengakhiri kalimat dengan syahdu.
kalimat tak kunjung hilang dengan titik.
Kalimat dan titik.
Kita.................tanpa terkecuali.

Senin, 05 Mei 2014

Matang bagai padi sebrang jalan.
Merunduk dan habis.
Yang tua berlomba menghias diri
Para pemuda asik berpawakan tegap bijak.
Membaur tampak seperti caleg di panggung orasi.
Janji atau omong kosong sama sama enak.
Nasi padang dengan karet satu ditambah kaos partai tipis sudah cukup.
Apalagi di beri rokok.
kesejahteraan adalah perut besar dengan sendawanya.
aroma nasi busuk keluar dari mulut, tak apa yang penting perutku kenyang.

Sabtu, 26 April 2014

Aku duduk di warung pasta bertema italia.
Bunga kuning seberang meja bergoyang mendengar angin.
Aroma bumbu dari dapur yang tak jauh dari tempat aku duduk.
Segelas lemon tea menyegarkan tenggorokan yang kering.
Sepiring besar carbonara siap disantap habis. Selamat makan

Selasa, 22 April 2014

Kakiku lelah untuk menopang kegelisahan,
Tapi aku tak bisa berjalan lagi.

Otakku tak ingin di sumpel kata semangat,
Tapi aku tak dapat berhenti.

Berlari melawan angin, aku akan kalah.
Berjalan bersama angin, aku akan tinggi.

Tapi kenyataan tak perlu angin untuk menegakkan badan ini untuk tetap bergerak.
Aku hanya memerlukan hujan untuk menyamarkan air mata yang jatuh.
Setelah puas, aku berganti baju dan mengulang kebenaran.

Senin, 07 April 2014

Suatu malam aku hanya ingin berdiam.
Menaruh kepala di atas tumpukan buku.
Mengunci semua lubang agar tak ada seorang yang menanyaiku.

Aku berada didalam rumah semut sekarang.

Aku bisa menangis dan berteriak selantang pengeras suara mesjid ditengah kampusku.
Tapi aku tak ada alasan untuk menangis, merengek dan mencaci. Jangan tanya lagi. Aku hanya ingin itu.
Sudahlah...... tinggalkan aku pada suatu malam kesedihanku.
Lekaslah tidur dan kembali pada esok pagi.
Agar aku tak ada celah menyakitimu di malamnya dan menyesal di paginya.

Rabu, 19 Maret 2014

perlahan ku intip........aku buka sedikit..........
mulai ku raba.................lalu ku bayangkan.......
indaaaaaaahnyaaaaa..........................................




tapi pahit................tak ingin ku cicip.....

Minggu, 09 Maret 2014

nafas memulai cerita

Embun yg mengalir di pucuk helai bunga.
Sinar bulan yang memecah kumpulan sepi.
Perpisahan menimbulkan cinta.
Perkelahian memaksa rindu.
Tangis menyempurnakan bahagia.
Titik mengakhiri kata.

Kamis, 06 Maret 2014

Rindu menggetarkan otak Belakang.
Merangsang kenangan.
Membuka album dan mulai mengerutkan dahi lalu mengigit ujung ibu jari sebelah kanan.
Pria hitam manis yang suka alunan musik pantai ini telah meletakkan gambar dirinya di album fikiranku.
Salahku bila terus kupandangi dia dalam dalam.
dan dosaku selanjutnya adalah bila aku tak dapat membuangnya dan menutup album itu lagi.

Minggu, 09 Februari 2014

Cemburu yang menyayat perasaan tetapi cemburu yang salah.
Cemburu yang tak dapat berpindah tetapi cemburu yang harusnya tak terjadi. 
Cemburu dengannya tetapi yang juga memiliki cemburu yang lain.
Cemburuku yang sia-sia, bagaimana cemburu mu? 

Jumat, 07 Februari 2014

semalam.

Kalau dirinya sanggup untuk menyumpah maka terjadilah.
Dan seketika ku lihat tangan lembutnya berubah menjadi tangan amarah.
Lalu bergetar tubuh rentanya yang menutupi kesedihan tetapi mengalir deras air matanya.
Otak yg membatu dan mulut yg menajam seakan tak berfungsi lagi.
Dosaku bertambah, hatiku yang terluka melukai ibuku sendiri.

Jumat, 31 Januari 2014

jelas aku bukan penyair. Aku hanya pembohong. Pembohong yang menulis seakan aku berada di dalam sajak.
Rinduku menjadi pembohong.