Tya: "Ketika jatuh dari cinta yang terus dilakukan adalah meresapi kalimat cengeng untuk mencari kebenaran atas rasa sakit dan terus mengumpat untuk membenahi rasa sesal."
Hani: "Cinta. Ketika kita masuk ke dimensi itu, sudah semestinya kita tidak akan memberi tahu seberapa sakitnya kita dibuatnya. Cinta."
Tya: "Cinta bak tuhan yang maha kuat membolak-balikkan rasa. mungkin jujur dan tangis dalam doa yang dapat menguatkan hati manusia. Begitulah kuasa cinta."
Hani: "Bila diamku saja sudah berarti mencintaimu, maka tak perlu kamu meminta aku untuk terus mengucapkannya."
Tya: "Semudah kata dihapus dan terlupa. cinta bukan soal berkata, atau menjelaskan tapi bagaimana cinta menjelma sebagai jiwa. Mati bila ditakdirkan mati."
Hani: "Banyak luka yang aku biarkan sembuh dengan sendirinya. Kamu tak perlu datang lagi jika untuk sekedar bertanya aku perlu obat apa."
Tya: "Kau adalah luka baruku, sekarang. bersarang menahun."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar