Kamis, 03 Maret 2016

Pagi yang menderita, pagi yang merindu, serta pagi yang teraniaya.

Tetap terjaga menunggu matahari dan aku telah mencinta.
Kau bagai hadiah yang diberikan tiga hari sebelum hari ulang tahun. Aku harus menunggu dan tak boleh mengintip untuk mengetahui "apakah dirimu?". Begitu menyiksa.

Aku masih ingat bau rambutmu, seperti aku sentuh pita yang di ikatkan pada kotak hadiah ini yang masih tak boleh di buka. Mungkin kau jg tak mengingat seberapa putih kulitku atau bagaimana aku memandangi matamu. 

3 hari waktu untuk membuka hadiah ini adalah kekacauan. Aku sungguh ingin memilikimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar