dalam dingin merindukan matahari. dalam siang membayangkan hujan. kibasan terik tersebar hangat menyambut matahari yang menghapus embun. di jatuhan air berlinang kesejukan menciptakan bau khasnya yang menusuk lubang hidung. tarikan nafas seakan memaksa energi pada embun membaur pada tubuh yang kumal. kicauan serangga masih terdengar mengalun diselingi obrolan sekelompok burung di pohon seberang kamar. sedangkan segerombolan cahaya matahari saling berebut dan bersautan di tepian jendela.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar